Sebagian Penganut Aliran Kepercayaan Numpang Kolom Agama

30 Juli 2018 
30

BEKASI - Ribuan penganut kepercayaan di wilayah Kota Bekasi ternyata masih mendompleng kolom agama saat percetalan KTP elektronik. Sebab, Pemerintah Kota Bekasi belum memiliki alat sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) terbaru.

"Ada 1300 penganut kepercayaan di Kota Bekasi. Dan sekarang ini mereka lebih banyak mengikuti kolom agama mayoritas. Sehingga tidak diketahui keyakinannya sendiri," kata pemuka Penghayat Kepercayaan Kota Bekasi, Nurjan.

Nurjan menambahkan, masih ada 40 persen penganut kepercayaan sudah merubah kolom agama. Perubahan ini menyusul putusan mahkamah konstitusi terkait uji materi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan pada akhir tahun lalu.

Dan sisanya 60 persen kata dia, masih menggunakan kolom agama lama atau mendompleng ke agama lain. Menurut dia, dengam belum adanya perubahan itu karena takut kesulitan memperoleh pendidikan dan pekerjaan. "Mayoritas ikut ke agama Islam, agama mayoritas," kata Nurjan.

Nurjan menyambut baik rencana format baru sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) versi 7 dari Kementerian Dalam Negeri. Menurut dia, versi tersebut sudah disosialisasikan beberapa waktu lalu di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. "Dengan versi baru, lebih mudah merubah," katanya.

NCT


comments