Penjual Oplosan Kembali Ditangkap

17 April 2018 
27

BEKASI - Penjual minuman keras kembali ditangkap petugas Mapolres Kota Bekasi, Selasa (17/4). Kali ini penjual minuman oplosan jenis gingseng, Rici Armansyah, 24 dan Wildo Pradinata, 34, ditetapkan sebagai tersangka.

 

Wakil Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Bekasi Kota,  Komisaris Albert Papilaya mengatakan, dua tersangka menjajakan minuman mematikan tersebut di kedai jamu di kawasan Wisma Asri II, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. Selama ini menjual jamu dijadikan penjaga toko ini menjual oplosan.

 

"Modus pelaku jualan jamu, tapi yang mereka jual ukan hanya jamu tetapi juga minuman keras,” kata Albert (17/4). 

 

Albert menjelaskan, petugas mendapati barang terlarang tersebut dijual dikedai jamu pada Senin (16/4) malam. Beberapa kantong plastik berukuran satu liter minuman oplosan berjenis gingseng disita petugas.

 

Dari pengakuan pelaku, kata Albert, minuman tersebut diproduksi di sebuah rumah kontrakan tak jauh dari tempat berjualan jamu. Polisi pun kemudian bergerak ke lokasi, dan melakukan penggeledahan.

 

“Kedua tersangka hanya menjual, pembuatnya belum kami temukan,” kata Albert.

 

Dari kedai mereka polisi menyita, 16 kantong minuman keras oplosan jenis gingseng, empat kantong plastik berisi alkohol, 10 dus minuman energi, 32 botol minuman bersoda, satu galon air mineral dan alat takar. Barang tersebut disembunyikan tersangka di dalam ember besar.

 

Seorang tersangka, pelaku penjual oplosan Wildo Pradinata alias Kiwil mengaku berjualan minuman keras jenis gingseng atas tuntutan ekonomi. Sebagai penjual Ia bertahan karena lebih mudah mendapatkan uang. 

 

"Dalam sehari, mantan kuli bangunan ini bisa mendapatkan upah hingga Rp80 ribu,” kata Kiwil, Selasa (17/4).

 

Kiwil mengaku selama ini, hanya berlaku sebagai penjual minuman oplosan tersebut. Setiap kantong plastik berukuran satu liter, dijual Rp20 ribu kepada pelanggannya. 

 

"Saya hanya penjaga toko, bukan punya saya,” kata Kiwil.

 

Pria asal Padang, Sumatera Barat ini mengaku, dalam sehari bisa menjual minuman keras oplosan hingga 20 kantong. Penjualan akan semakin meningkat saat akhir pekan. Ia juga mengakubisa mengantongi omset sebesar Rp700 ribu hingga Rp1 juta.

 

“Pembelinya beragam, bisa pemuda dan dewasa,” kata dia. 

 

Kedua tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Bekasi Utara, mereka dijerat dengan undang-undang perlindungan konsemen. Ancamannya hukuman penjara selama lima tahun, dan denda Rp2 miliar. Dengan tertangkapnya dua orang ini, total tersangka penjual minuman keras oplosan mencapai lima orang. Adapun korban tewas karena minuman keras oplosan di Bekasi mencapai delapan orang. 

 

 

ARS

 


comments