Warga Jatimulya Merasa Tidak Pernah Dapat Sosialisasi Pembangunan LRT

10 April 2018 
32

BEKASI - Ratusan warga dari Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi mengaku tidak pernah mendapat sosialisasi terkait pembangunan kawasan Light Rail Transit (LRT) di atas lahan permukiman mereka. Mereka merasa tertipu lantaran permukiman mereka justru akan disulap menjadi lahan komersial dari pengembang PT Adhi Persada Properti.

Karena itu, perwakilan warga dari tiga RW di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi mengadu ke pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea. Mereka mendatangi tempat nongkrong Hotman di Kopi Johny, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa (10/4) subuh.

 

Dalam akun media sosial Instagram miliknya @hotmanparisofficial, pengacara bertarif miliaran rupiah ini meminta kepada PT Adhi Persada Properti, anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, untuk memperhatikan keluhan warga RW 06,07 dan 08 di wilayah setempat. Tanah yang awalnya bakal diubah menjadi lintasan dan depo kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) ini, tiba-tiba berubah rencana menjadi pembangunan apartemen dan mal.

 

“Kami tidak pernah mendapatkan undangan apapun dari pengembang,” ungkap Koordinator warga setempat, Sondi Silalahi saat dikonfirmasi pada Selasa (10/4).

 

Sondi menjelaskan, sebetulnya warga mendukung rencana pemerintah yang ingin membangun sarana transportasi massal di tanah milik negara yang saat ini mereka tempati. Hanya saja, mereka menginginkan adanya mediasi, sehingga pemerintah bisa mengetahui keluh kesahnya. 

 

"Tolong hargai kami, di sini juga kami mengeluarkan biaya untuk hidup," ujarnya.

 

Menurut dia, ada sekitar 500 kepala keluarga (KK) yang menempati lahan di sana. Mereka berlatarbelakang masyarakat ekonomi bawah yang mengandalkan usaha dagang seperti makanan, warung kelontong, bahkan pekerja lepas. Rata-rata, para warga telah menempati lahan tersebut hingga 30 tahun ke atas.

 

Dia menambahkan, warga patut dihargai meski selama ini menggarap lahan di sana. Apalagi mereka bakal mengeluarkan uang berlebih setelah pindah dari sana, seperti anak pindah sekolah ke tempat tinggal baru, adiministrasi kependudukan baru dan mencari tempat usaha baru. 

 

"Semua itu butuh uang, karena itu kita minta dihargai dengan pertemuan dulu," katanya. 

 

 


comments