Dana Kampanye di Bekasi Dibatasi

13 Februari 2018 
167

BEKASI -Dana kampanye calon Wali Kota dan Wakil Walikota dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi, Juni 2018 mendatang. Jumlah dana kampanye harus mencapai Rp 43 miliar.

"Diluar Rp 43 miliar, dana kampanye tidak boleh digunakan lagi," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi, Selasa (13/2).
Ucu menambahkan, saat ini pihaknya sudah menetapkan dua pasangan calon dalam ajang Pilkada Kota Bekasi 2018 pada Senin (12/2). Dua pasangan calon itu yakni, Rahmat Effendi-Tri Adhianto Tjahyono dan Nur Surpiyanto-Adhy Firdaus. Keduanya juga telah mengambil nomor urut untuk di surat suara pencoblosan. Rahmat-Tri mendapat urutan 1, sedangkan Nur Firdaus mendapat urut 2.
Ucu mengaku, usai penetapan pasangan dan nomor urut maka tahapan selanjutnya adalah masa kampanye partai. Meski begitu, masing-masing calon lebih dulu memberikan laporan dana kampanye. “Kami akan menunggu laporan dana kampanye masing-masing calon,” katanya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Barat, Harminus Koto mengatakan, pasangan calon agar tidak menerima sumbangan dana kampanye dari luar dengan melebihi batas yang sudah ditetapkan. Apabila sumbangan dana tersebut melebihi, maka wajib untuk dikembalikan.
Dia menambahkan, perusahaan berbadan hukum swasta maupun perseorangan diperbolehkan untuk memberikan sumbangan dana kampanye bagi pasangan calon yang berlaga dalam konstestasi politik. Hal tersebut sudah tertuang dalam peraturan komisi pemilihan umum (PKPU) No 5 Tahun 2017 Pasal 7.
NCT


comments