Depo Bekasi Timur Kurang lahan

06 Desember 2017 
9

BEKASI - Lokasi pembangunan depo kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) di Stasiun Bekasi Timur belum dibebaskan seluas 11 hektar. Dan rencananya pembebasan itu baru bisa rampung pada bulan Maret 2018 mendatang.

Pejabat Pembuat Komitmen proyek LRT, Jumardi mengatakan, total kebutuhan lahan yang butuh dibebaskan sebenarnya mencapai 14 hektar. Rata-rata kebutuhan lahan berada di wilayah Kelurahan Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. "Untuk di depo sendiri banyak yang harus dibebaskan," ujarnya.

Menurutnya, saat ini proses pembebasan dikerjakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan memakan waktu 5 sampai 6 bulan. Sehingga lahan yang belum dibebaskan saat ini maka bisa rampung pada bulan Maret 2018. "Karena proses penghitungan dan pengukuran oleh BPN banyak menyita waktu," ucapnya.

Jumardi mengatakan, secara keseluruhan lahan LRT Cawang-Bekasi Timur, dan Cibubur Dukuh Atas membutuhkan lahan seluas 60 hektar. Hanya saja, sebagian besar lahan yang dipakai milik pemerintah yang berada di pinggir ruas jalan tol Jakarta-Cikampek maupun Jakarta-Bogor-Ciawi. "Hanya 14 hektar milik warga," katanya.

Untuk membebaskan lahan seluas itu, kata dia, pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga Rp 1,6 triliun. Meski belum semua dibebaskan maupun dibayar lahan yang sudah dibebaskan seluas 3 hektar itu sekarang ini sudah dipakai PT. Adhi Karya. Dan seluruh lokasi lahan itu spot-spot di sepanjang jalan tol. "Tiga hektar yang sudah dipakai, PT. Adhi Karya sudah membuat perjanjian dengan pemilik lahan. Dan pembayaran bulan Januari 2018 paling lambat," katanya.

Data dari PT. Adhi Karya, progres pembangunan fisik LRT lintas Cawang-Bekasi Timur mencapai 26,360 persen, lintas Cawang-Cibubur 44,685 persen, dan lintasan Cawang-Dukuh Atas mencapai 11,458 persen. Sehingga, total progres tahap I mencapai 25,212 persen.

 

NCT


comments