Anggota TNI di Bekasi Babak Belur

03 Desember 2017 
14

BEKASI - Miris, Mangatas Simanjuntak yang merupakan anggota TNI AF berpangkat Sersan Mayor dikeroyok hingga ditembali kelompok pria tak dikenal, di depan Gerbang Tol Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu 3 Desember 2017. Beruntung peluru senjata air softgun itu berhasil dihindari korban.

Kasubag Humas Polrea Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing mengatakan, meski lolos dari peluru, korban akhirnya dikeroyok pelaku. Kejadian itu bermula ketika korban Mangatas sedang nyambi menjadi seorang tukang ojek. Ketika dia sedang menunggu penumpang, mendadak dihampiri puluhan orang tak dikenal. "Korban Mangatas bekerja sebagai anggota TU Kodim 0507 Bekasi," kata Erna, Minggu 3 Desember 2017.

Disitu juga, pelaku yang diketahui bernama Julaintono langsung menembakan senjata air softgun ke arah korban. Beruntung tembakannya meleset. Karena melihat korban masih berdiri tegap, para pelaku langsung mengroyoknya. "Korban mengalami luka di bagian mulut," ucapnya.

Bukan hanya mengroyok korban, tapi sepeda motor milik korban ikut dirusak. Puas dengan aksinya, pelaku langsung melarikan diri. Polisi yang mendapat laporan langsung mengejar para pelaku. Hasilnya pelaku bernama Juliantono ditangkap di lokasi yang tak jauh dari kejadian.

Kepada polisi, Juliantono menyatakan aksi bersama-sama rekannya itu karena kesal dengan rekan korban. Karena sebelum melakukaj pengroyokan kepada korban Juliantono, dia sempat berkelahi dengan rekan korban bernamq Ferri.

Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban luka dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun. "Korban Mangatas bekerja sebagai anggota TU Kodim 0507 Bekasi," tandasnya.


NCTBEKASI - Miris, Mangatas Simanjuntak yang merupakan anggota TNI AF berpangkat Sersan Mayor dikeroyok hingga ditembali kelompok pria tak dikenal, di depan Gerbang Tol Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu 3 Desember 2017. Beruntung peluru senjata air softgun itu berhasil dihindari korban.

Kasubag Humas Polrea Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing mengatakan, meski lolos dari peluru, korban akhirnya dikeroyok pelaku. Kejadian itu bermula ketika korban Mangatas sedang nyambi menjadi seorang tukang ojek. Ketika dia sedang menunggu penumpang, mendadak dihampiri puluhan orang tak dikenal. "Korban Mangatas bekerja sebagai anggota TU Kodim 0507 Bekasi," kata Erna, Minggu 3 Desember 2017.

Disitu juga, pelaku yang diketahui bernama Julaintono langsung menembakan senjata air softgun ke arah korban. Beruntung tembakannya meleset. Karena melihat korban masih berdiri tegap, para pelaku langsung mengroyoknya. "Korban mengalami luka di bagian mulut," ucapnya.

Bukan hanya mengroyok korban, tapi sepeda motor milik korban ikut dirusak. Puas dengan aksinya, pelaku langsung melarikan diri. Polisi yang mendapat laporan langsung mengejar para pelaku. Hasilnya pelaku bernama Juliantono ditangkap di lokasi yang tak jauh dari kejadian.

Kepada polisi, Juliantono menyatakan aksi bersama-sama rekannya itu karena kesal dengan rekan korban. Karena sebelum melakukaj pengroyokan kepada korban Juliantono, dia sempat berkelahi dengan rekan korban bernamq Ferri.

Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban luka dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun. "Korban Mangatas bekerja sebagai anggota TU Kodim 0507 Bekasi," tandasnya.


NCT


comments