Modal Kerja BPRS Kota Bekasi Bermasalah

16 November 2017 
316

BEKASI - Pembiayaan modal kerja di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Patriot milik Kota Bekasi bermasalah. Salab satu faktornya terkait angsuran nasabah yang macet di tengah jalan.

"Ada sekitar 60 pembiayaan yang bermasalah. Tapi meski bermasalah kita tidak pernah menyita barang nasabah. Kita selalu mencari jalan keluar," kata Direktur Utama BPRS Patriot Syahril T Alam di plaza Pemerintah Kota Bekasi, Kamis (16/11/2017).

Sekarang ini kata Syahrir, jumlah nasabah yang tercatat di BPRS sudah sebanyak 2000 nasabah. Hampir sebagian besar seluruh anggaran itu digunakan untuk keperluan peningkatan Usaha  Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sedang jumlah pendanaan seperti deposito sebanyak 15 ribu orang.

"Dari 2.000 nasabah pembiayaan, setidaknya ada sekitar 60 orang atau 2,98 persen yang berkategori NPF (non performing financing/kredit bermasalah)," ujarnya

Meski begitu, Syahrir mengklaim jumlah ini tetap berkatagori sehat dalam pengelolaan perbankan. Acuannya kata dia, peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bahwa nilai NPF tidak boleh melebihi tujuh persen dari total nasabah pembiayaan modal kerja. "Rasio pengelolaan bank kita juga sehat, tidak ada masalah. Bahkan tahun lalu laba kita sudah menembus Rp 2,8 miliar dengan pembagian deviden ke Pemkot Bekasi sebesar Rp 1,2 miliar," jelasnya.

 

NCT


comments