UMK Tinggi, Lima Perusahaan di Kabupaten Bekasi Pasang Kuda kuda

13 November 2017 
47

BEKASI - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi menyatakan ada lima perusahaan di wilayahnya yang siap-siap hengkang. Rencana kepindahan sejumlah perusahaan itu disebabkan karena besarnya ongkos produksi.

“Kebanyakan perusahaan yang siap hengkang itu bergerak di bidang tekstil. Diperkirakan ada lima perusahaan yang siap angkat kaki dari Bekasi,” kata Ketua Apindo, Kabupaten Bekasi, Sutomo.

Sutomo menambahkan, perusahaan tekstil yang ingin hengkang itu dimiliki oleh Perusahaan Milik Asing dan Perusahaan Dalam Negeri. Biasanya tujuan kepindahan mereka lebih memilih daerah yang masih murah ongkos produksi seperti Upah Minimum Kota (UMK). “Kebanyakan mereka pindah ke Kendal Semarang,” katanya.

Kepindahan perusahaan itu, kata Sutomo bukan hal yang baru. Menurut dia, sejak 2016 sudah banyak perusahaan yang pindah dari Bekasi. Salah satunya, PT Toshiba, PT Sanyo Indonesia yang memilih hengkang tahun 2016. Kemudian tahun awal 2017 lalu, kata dia, PT Panasonic juga ikut memilih pindah dari Bekasi.

Sutomo mengatakan, rata-rata perusahaan itu ingin ada jaminan kenyamanan regulasi dari pemerintah. Karena, kalau tidak realistis untuk menjalankan produksi mereka lebih mencari daerah lain yang memiliki kepastian regulasi.

Salah satunya, faktor yang akan menyebabkan adanya lima perusahaan yang ingin hengkang adalah penetapan UMK. Misalkan, dalam PP no 78 tahun 2015 tentang pengupahan seharusnya mengikuti delapan paramater yang ada. “Sejauh ini penetapan UMK melalui aturan yang ada, masih belum jelas butir per butirnya,” tutupnya.

 

IP/NCT 


comments