Kolom e KTP Aliran Kepercayaan di Bekasi Masih Kosong

11 November 2017 
68

BEKASI – Pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas dikabulkannya gugatan penganut aliran kepercayaan, ternyata masih ada ribuan aliran itu yang identitas e-KTP nya masih dikosongkan. Pemerintah daerah berdalih belum ada aturan yang mengikat untuk mengisi kolam identitas tersebut.

“Pasca keputusan MK belum ada aturan yang mengikat atas aturan untuk mengisi kolom agama di e-KTP milik penganut aliran kepercayaan,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, Erwin Effendi.

Erwin menambahkan, pihaknya segera menanyakan kepada pemerintah pusat terkait putusan MK tersebut. Kalau memang diperlukan adanya pengisian kolom maka pihaknya segera memberikan tambahan dalam e-KTP penganut aliran tersebut. “Saya kan besok mau lokakarya, makanya akan kami layangkan pertanyaan ini,” ujarnya.

Perlu diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) menerima uji materi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan dalam sidang yang digelar, Selasa (7/11). MK mengabulkan penghayat kepercayaan dapat mengisi kolom 'agama' pada Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

Sejauh ini, kata Erwin, di Kota Bekasi hanya mencantumkan kolom agama pada penganut agama Islam, Kristen Protestan, Katolik , Budha, dan Hindu. Karena, sesuai aturan kolom agama ini harus di isi sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kalau aliran kepercayaan memang tidak diisi hanya diberikan strip saja kolom agama itu,” ujarnya.  

Data tahun lalu, pemilik KTP di Kota Bekasi sesuai dengan keyakinan yaitu pemeluk Islam berjumlah 2 juta jiwa, Kristen Protestan 195.000 jiwa, Katolik 65.000 jiwa, Hindu 4.700 jiwa, Buddha 12.000 jiwa, Konghucu 196 jiwa dan aliran kepercayaan 1.609 jiwa.

 

NCT


comments