Pemberlakuan Tarif, Pelaku UMKM di Bekasi Menjerit

08 November 2017 
19

BEKASI - Dampak tidak diserapnya alokasi anggaran pembangunan sentra Usaha Kecil Menengah (UKM) sebesar Rp 34 miliar di APBD 2017, pemerintah daerah langsung banting stir membuat lahan pengganti. Sayangnya, usaha pemberian tempat itu, para pelaku usaha harus siap-siap merogoh kocek sebesar Rp 1 juta tahun.

“Kalau diberikan tariff sudah tentu memberatkan pelaku UMKM. Karena, tidak semua usaha tidak bisa diseragamkan bagus,” kata pelaku usaha UMKM Afif Ridwan.

Afif mengaku, masih berharap adanya bantuan pemerintah yang bisa memberikan modal untuk meningkatkan peningkatan usaha. Karena kata dia, penyebab banyaknya UMKM yang tidak berkembang karena kehabisan modal. “Kalau ada modal yang cukup, pastinya usaha mereka berjalan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Bekasi, Karto mengatakan, pihaknya akan menyiapkan lahan untuk dijadikan sentra UKM sebagai ganti atas gagal terserapnya anggaran pembentukan UMKM tahun 2017. Dan rencananya, pemerintah akan menggandeng pihak swasta dengan cara meminjam gedung mereka. “Karena pembentukan sentra UKM bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), maka sentra UKM tetap akan kami bentuk,” tutupnya.

 

NCT

 


comments