PAD Kabupaten Bekasi Anjlok

29 Oktober 2017 
147

BEKASI - Peraihan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bekasi tahun 2017 anjlok. Dua pendapatan dari sektor Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) dan sektor Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Kedua retribusi itu gagal memenuhi target tahun ini," kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Jejen Sayutih.

Diketahuinya penurunan PAD itu kata Jejen, setelah badan anggaran melakukan pembahasan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dalam pembahasan itu sektor IMB dan IMTA yang paling minim.

Padahal, kata Jejen, tahun ini PAD untuk sektor  IMB ditarget mencapai Rp 167 miliar. Sayangnya hingga Oktober 2017, pendapatan baru mencapai Rp 142 miliar. Sehingga terjadi penurunan Rp 25 miliar dalam pendapatan tahun 2017. 

Sementara untuk sektor IMTA kata Jejen, turun sebesar Rp 3 miliar. Pasalnya, target yang harusnya tercapai sebesar Rp 37 miliar, tapi realisasinya hanya Rp 4 miliar. Padahal, potensi IMTA sangat besar mengingat kawasan industri sangat banyak. "Banyak kok industri di Kabupaten Bekasi. Kenapa pendapatanya kecil," ujarnya.

Seperti yang diketahui retribusi IMTA telah diatur dalam Peraturan Daerah No 3 tahun 2013 tentang retribusi Perpanjangan IMTA. Dalam Pasal 9 ayat 1 regulasi itu mengatur penggunaan retribusi dimanfaatkan untuk pengembangan keahlian dan keterampilan tenaga kerja dan peningkatan sumber daya manusia.

 

NCT

 


comments