Proyek Kereta Cepat Bongkar Ratusan Rumah di Bekasi

12 Oktober 2017 
32

BEKASI - Sedikitnya ada enam ratus rumah yang bakal terkena dampak pembebasan lahan untuk kepentingan proyek penbangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Rumah penduduk itu bakal diratakan mulai dari Jatiwaringin, Pondokgede hingga Bekasi Timur.

Kepala Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kota Bekasi, Muhamada Irdan mengatakan, pelaksanaan pembebasan lahan kereta cepat masih menunggu surat pelimpahan tugas.  Adapun wilayah yang diperkirakan terkena pembebasan lahan adalah wilayah Jatiwaringin hingga Bekasi Timur yang berdiri sekitar 10 hingga 50 meter dari right of way (ROW) sisi selaran ruas jalan tol Jakarta-Cikampek. “Masih tunggu surat pelimpahan tugasnya,” katanya.

Sebenarnya kata Irdan, kebutuhan lahan untuk proyek nasional itu sekitar 6 hektar atau 60 ribu meter. Jika kewenangan surat tugas sudah turun, kata dia, maka akan dibentuk satuan petugas (Satgas) pengadaan tanah.

 Nantinya, kata dia, petugas akan mulai proses pembebasan lahan mulai dari pengukuran, pemeriksaan berkas secara yuridis, musyawarah antara pemilik lahan dan bangunan dengan tim apresial yang ditunjuk oleh Kantor Pertanahan Kota Bekasi.

“Prosesnya memang masih panjang, butuh waktu sekitar enam bulan. Namun akan kami usahan cepat sebab Presiden Joko Widodo menargetkan program pembangunan ini bisa beroperasi pada 2019 mendatang,” kata Irdan. 

Terkait harga, kata Irdan, belum bisa ditaksir ataupun ditetapkan. Sebab, kata dia, harga ganti rugi atas tanah dan bangunan warga baru bisa terlihat setelah melalui musyawarah dan penilaian tim aprisial.

Namun, jika dalam perjalanan warga ada yang keberatan dari harga yang ditetapkan tim apresial, Irdan mengatakan, jalur konsinyasi bakal dilakukan. Sehingga pembangunan jalur kereta cepat bisa tetap berjalan sesuai rencana. “Saat ini kami masih belum bisa pastikan berapa besaran ganti rugi yang akan didapat warga,” tutupnya.

 

NCT

 


comments