Duh, Sepuluh Sekolah di Kota Bekasi Tak Miliki Bangunan

11 Oktober 2017 
112

BEKASI - Sepuluh sekolah di Kota Bekasi belum memiliki bangunan sejak tahun 2016 lalu. Bahkan, status pembangunannya tidak jelas, setelah kewenangan SMA/SMK diambil pihak Pemprov Jawa Barat. Diperkirakan, seluruh sekolah itu tidak memiliki bangunan hingga waktu yang panjang.

"Tidak mungkin mereka akan miliki gedung dalam waktu dekat. Karena, pihak Pemprov Jawa Barat tidak sanggup membiayainya," kata kordinator NGO Sapulidi, Kobul Imam.

Bukan hanya bangunan yang tidak akan dimiliki, Imam mengaku, siswa SMA/SMK juga akan kesulitan mendapat ruang praktek yang layak. Sebab, hampir sebagian besar bangunan sekolah belum memiliki sarana prasarana labotarium. "Ruang praktek mereka sekarang ini masih belum layak. Tidak ada perbaikan sama sekali," ujarnya.

Kesepuluh sekolah yang belum memiliki bangunan permanen itu, kata Imam, SMA, 19, SMA 20, SMA 21, dan SMA 22, dari 18 SMA yang ada. Sementara dari jumlah 15 SMK yang ada, untuk sekolah yang belum memiliki bangunan diantaranya SMK 10, SMK 11, SMK 12, SMK 13, SMK 14, dan SMK 15. "Mereka terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar menumpang di sekolah milik Kota Bekasi," imbuhnya.

Atas kejadian itu, kata Imam, Pemerintah Kota Bekasi jelas dirugikan. Sebab, kebutuhan siswa untuk tiap-tiap sekolah tiap tahunnya sangat tinggi. Sehingga, kegiatan belajar dilakukan bersamaan akan mengganggu siswa lainnya. "Apalagi kebutuhanb siswa untuk sekolah di Kota Bekasi sangat tinggi," ujarnya.

Bukan itu saja, kata Imam, karena ketidakmampuan Pemprov Jawa Barat, seluruh siswa SMA dan SMK negeri hanya diberikan subsidi sebesar Rp 700 ribu per tahun tiap siswanya. Berbeda dengan subsidi yang diberikan saat Pemkot Bekasi masih kelola yakni Rp 170 ribu per bulan tiap siswanya.

Sejauh ini, kata Imam, Pemprov Jawa Barat hanya mampu membiayai kegiatan intra. Sementara kegiatan ekstra seperti biaya guru dan memenuhi program unggulan tidak direalisasikan. "Bukan masalah keuangan sepertinya. Tapi Pemprov Jabar masih meraba-raba," pungkasnya.

 

NCT

 


comments