Ini Toko dan Apotek di Bekasi yang Diamankan Polisi

22 September 2017 
158

BEKASI - Ribuan obat yang tak memiliki izin edar berhasil diamankam Polres Metro Bekasi Kabupatem, Kamis (21/9/2017). Dari ribuan obat itu berasal dari dua toko dan satu apoteker di wilayah setempat.

"Penyitaan obat ini berdasarkan laporan dari warga. Setelah laporan diterima petugas langsung meluncur ke lokasi," kata Kapolres Metro Bekasi Kabupaten, Kombes Asep Adisaputra.

Asep menambahkan, seluruh obat yang diamankan berasal dari Toko Cung U, toko obat Suka Cita serta Apotek Evita. Ketiganya berlokasi di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Dalam penggerebekan itu, polisi menahan enam tersangka selaku pemilik toko obat dan apotek. Mereka adalah ES pemilik toko obat Cung U. Lalu HS, PE dan EP adalah pengelola Apotek Evita. Dan K pemilik Apateker Evita. Terakhir, tersangka YC adalah pemilik toko obat Suka Cita.

Asep mengatakan, dalam penggerebekan itu  pihaknya menggandeng Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM). Dihadapan petugas masing-masing pemilk toko tidak dapat memberikan bukti izin peredan seluruh obat tersebut. Sehingga, petugas menilai seluruh obat otu ilegal. "Obat ada yang tidak memiliki izin edar dan ada juga yang mengandung bahan kimia obat (BKO). Bahkan ada apotek yang tidak memiliki izin apoteker," ujar Asep.

Asep menjelaskan, penggerebekan ini bertujuan untuk menekan ruang gerak penyalahgunaan dan peredaran gelap obat-obatan berbahaya seperti pil PCC. Terakhir kali kasus ini sempat mencuat di Kendari, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu yang mengakibatkan hilangnya kesadaran hingga pengguna dirusuk ke Rumah Sakit Jiwa setempat.

Atas perbuatannya, enam tersangka akan dijerat Pasal 196 dan Pasal 198 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan hukuman penjara di atas 10 tahun dan denda Rp 1 miliar.

 

NCT

 


comments