Petugas Pemadam Kebakaran di Bekasi Ternyata Tidak Punya Ini

16 September 2017 
38

BEKASI - Miris, petugas pemadam kebakaran di Kota Bekasi minim kelengkapan alat bantu pernapasan atau Self Contained Breathing Apparaturs (SCBA). Akibatnya, penanganan kasus kebakaran khusus di gedung tinggi menemukan kendala.

Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran Kota Bekasi, Aceng Solahudin mengatakan, hingga sekarang pihaknya belum memiliki alat SCBA yang biasa dipakai petugas di lapangan. Akibatnya, banyak petugas pemadam yang malah menjadi korban kebakaran. "Karena yang sulit mengatasi gedung atau tempat yang ada bahan baku kimia dan sampah plastik itu yang sulit," katanya.

Menurut Aceng sejauh ini penanganan kebakaran yang ada di pemukiman warga tidak sesulit seperti kejadian yang ada di gedung. Sebab, pemukiman di Kota Bekasi tidak sepadat seperti yang ada di Jakarta. "Jadi penanganan kebakaran di pemukiman penduduk masih bisa diatasi petugas," ucapnya.

Untuk itu, Aceng menjelaskan, pihaknya sudah mengusulkan pembelian kelengkapan alat SCBA bagi petugas yang kebagian bertugas memadamkan api. Aceng mengaku, untuk pembelian satu alat itu ditaksir menelan biaya Rp 25 juta. "Rencananya kita akan beli secara bertahap," ujarnya.

Khsusus pembelian tahap pertama kata Aceng, pemerintah daerah akan menganggarkan biaya sebesar Rp 750 juta. Dana yang bersumber dari APBD perubahan 2017 itu nantinya untuk membeli 30 unit. "Sudah kami usulkan ke DPRD, mudah-mudahan diterima," ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan Aceng, saat ini angka kasus kebakaran sejak Juni sampai Agustus 2017 terus meningkat. Dalam satu hari saja, angka kebakaran bisa mencapai empat kasus di Kota Bekasi. "Memang beberapa bulan ini sedang musimnya kebakaran. Satu hari bisa sampai empat kejadian," katanya.

 

NCT

foto : Latpresse


comments