Orangtua Joya : Pedih Hati Saya, Anak Meninggal Karena Dibakar

10 Agustus 2017 
24

Orangtua Joya, Tak Terima Anaknya Dibakar

 

BEKASI - Orangtua Joya, Asmawi, 56, masih tak terima anak pertamanya Muhamad Alzahra, alias Joya itu tewas dibakar massa di Kampung Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. Sambil nada kesal, dia pun berkeinginan proses hukum terus dilanjutkan.

“Saya selalu mengajarkan kebaikan kepada anak saya. Pedih hati saya, anak meninggal dunia karena dibakar,” kata Asmawi, saat menghadiri proses otopsi oleh tim Puslabfor Mabes Polri, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kedondong, Desa Cikarang Kota, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Asmawi mengaku, sejauh ini dirinya tidak pernah mengajarkan anaknya mencuri. Dan dia masih mempertanyakan kenapa anaknya dipukul hingga dibakar. Dengan mata penuh air mata, Asmawi sesekali mengusap dengan seutai sapu tangan miliknya.  “Ini negara hukum kenapa anak saya dipukul dan dibakar mati. Dasarnya apa,” katanya.

Sambil duduk bersila di depan makam Joya, Asmawi kembali mengatakan dengan tegas, tidak rela anaknya dibakar massa sampai meninggal dunia. “Saya selalu mengajarkan kebaikan kepada anak saya,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Adik Joya, Bambang Purnomo, 29, mengatakan, Joya dikenal sebagai sosok yang pendiam dan taat ibadah. Dia masih tidak mempercayai kalau Joya merupakan sosok pencuri. “Karena memang kakak saya (Joya) itu tekhnisi amplifire,” katanya singkat.

IP/dsb


comments