Group Lippo Investasi Rp 278 Triliun Bikin Kota Internasional ‘Meikarta’

08 Agustus 2017 
35

BEKASI - Tak main-main, Lippo Cikarang Tbk menggelontorkan dana sebesar Rp 278 triliun demi membangun sebuah kota baru berskala internasional. Namanya, Visioner Meikarta.

“Ini merupakan proyek investasi Lippo yang terbesar yang pernah dikerjakan selama 67 tahun sejarah berdirinya kelompok ini,” kata Ir. Theo Sambuaga, Presiden Kelompok Lippo.

Menurut dia, lokasi kota raksasa ini berada di jantung ekonomi Indonesia di koridor Jakarta-Bandung. Yakni Cikarang. Dimana wilayah itu menjadi pusat ekonomi terbesar di Indonesia. Menurut dia, 60% ekonomi nasional berada di kawasan Jakarta-Botabek-Bandung, sedangkan 70% dari ekomoni di koridor tersebut di pusat Bekasi-Cikarang dengan penduduk diproyeksikan mencapai 15 juta dalam waktu 20 tahun ke depan. “Berarti di sinilah keseluruhan pusat perekonomian RI saat ini dan yang akan datang,” katanya.

Dia mengatakan, kota raksasa modern Meikarta berada di tengah tengah koridor ini dan dikelilingi beberapa kota baru seperti Lippo Cikarang, Jababeka, MM2100, dan lain sebagainya. “Di sinilah juga pusat keseluruhan industrialisasi Indonesia, dimana lebih dari satu juta mobil, sepuluh juta sepeda motor dan jutaan kulkas, TV, dan alat alat rumah tangga diproduksi per tahun,” katanya.

Sebab, kata dia, ada ribuan perusahaan  raksasa nasional dan multi-nasional berbasis di dalam koridor Bekasi-Cikarang dengan ratusan ribu staf dan karyawan kantor dan jutaan pekerja. “Ada Astra, Honda, Toyota, Suzuki, Mitsubishi, Isuzu, Panasonic, Toshiba, Hankook, Samsung, dan lainnya,” katanya.

Tanpa disadari di sinilah juga pusat talent dan sumber daya manusia trampil, terpelajar, dan hebat bekerja dan berhuni. Oleh karena itu, Meikarta akan tampil sebagai kota modern terlengkap, terindah dan paling lengkap infrastruktur di Asia Tenggara.

“Nama Meikarta adalah sesuatu visi kota lebih indah dari Kota Jakarta. Meikarta dan sekitarnya berpotensi riil menjadi kota terpenting di seluruh RI,” pungkasnya.

 

TIM


comments