Lima Perusahaan di Jabar Diawasi

07 Agustus 2017 
18

BEKASI - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat II, melakukan pemantauan kepada lima penanggungjawab pada perusahaan di Jawa Barat. Mereka seluruhnya dinyatakan masih memiliki tunggakan pajak senilai Rp 29.9 miliar.

Kelima perusahaan di Jawa Barat itu berlokasi di Karawang, sebanyak dua perusahaan, dua perusahaan di Kabupaten Bekasi dan satu perusahaan di Kota Cirebon. 

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan Humas pada Kanwil Dirjen Pajak II, Adilega Tanius mengatakan, hingga Juli 2017 tercatat ada 21 penanggung pajak dengan nilai tunggakan sebesar Rp 97,8 miliar. Namun sebanyak 16 perusahaan di antaranya telah melunasi tunggakan tersebut dengan nilai Rp 67,9 miliar. "Jadi ada lima penanggungjawab yang masih dalam pemantauan gijzeling," katanya.

Adilega mengatakan, pihak perusahaan yang masuk dalam pemantauan gijzeling diharapkan bisa melunasi tunggakan pajaknya. Sehingga kedepannya sudah tidak ada penyanderaan kepada pihak bersangkutan. "Padahal uang pajak ini untuk pembangunan," ucapnya.

Apalagi kata dia, pihaknya bakal terus menagih penunggak pajak agar bisa memenuhi kewajiban tersebut. Hanya saja, untuk setiap melakukan eksekusi penyanderaan ada mekanisme yang harus dilalui. Pertama adalah penerbitan surat teguran (ST), surat paksa (SP), surat perintah melakukan penyitaan (SPMP), pemblokiran rekening hingga pencekalan yang bersangkutan ke luar negeri.

 

NCT


comments