Hah, Ratusan Anak di Bekasi Putus Sekolah

18 Juni 2017 
107

BEKASI - Ratusan ribu anak-anak di Kota Bekasi dinyatakan masuk katagori anak putus sekolah (APS) dan Anak Tidak Sekolah. Penyebabnya, karena faktor ekonomi, dan pemilikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dimiliki anak tersebut tidak terverifikasi.

“Kalau dulu saat KIS baru keluar tidak perlu diverifikasi lagi karena kepentingan politis. Sekarang ini untuk bisa menggunakannya harus diverifikasi oleh Dinas Pendidikan, Pemerhati Pendidikan Kota Bekasi, Imam Kobul.

Imam menambahkan, karena tidak bisa dipakainya kartu KIS, maka pihak keluarga memilih mereka untuk tidak sekolah. Bahkan, mereka sekarang ini banyak yang bekerja, untuk membantu ekonomi keluarga. “Ada sekitar 217 ribu anak di Kota Bekasi, sesuai dari data kementerian,” katanya.

Faktor ekonomi merupakan tolak ukur si anak bisa sekolah. Sebab, kata Imam, mereka lebih banyak menunggak uang iuran bilamana memaksakan untuk bisa sekolah. Rata-rata usia mereka yang menjadi APS dan ATS ada di usia 7 sampai 21 tahun. “Penelusuran data ini dilakukan pada April 2017 kemarin,” imbuhnya.

Imam mengaku, banyak anak pemegang KIS bisa mendapat subsidi dari pemerintah. Nyatanya, penggunaan kartu tersebut banyak tidak diketahui. Salah satunya, harus meminta verifikasi pihak Dinas Pendidikan setempat.

Bahkan, data dari 217 ribu anak itu, kata Imam, murni anak-anak di Kota Bekasi. Bila digabung dengan anak-anak yang keluarganya tidak ber-KTP Kota Bekasi, maka jumlahnya bisa sampai 370 anak-anak. “Jadi ada anak-anak yang bukan warga Bekasi mencapai 153 anak yang kini tidak sekolah tapi tinggal di Kota Bekasi,” tutupnya.

IPS

sumber foto : dw


comments