Lima Terdakwa Vaksin Palsu Divonis 7 hingga 10 Tahun Penjara

18 Maret 2017 
3937

BEKASI –Penjatuhan vonis untuk para terdakwa pembuat dan pengedar vaksin palsu sudah diketuk. Juru bicara pengadilan negeri Bekasi Suwarsa memastikan para terdakwa telah diganjar hukuman tujuh sampai 10 tahun penjara. “Kami baru vonis lima tersangka belum lama ini. Untuk terdakwa yang lain masih menyusul,” kata Juru Bicara Pengadilan Negeri Bekasi, Suwarsa. Suwarsa mengatakan, mereka yang divonis adalah Iin Sulastri, Syafrizal, Irnawati, Seno bin Senen dan Muhammad Farid. Sementara dua terdakwa lainnya, yakni pasangan suami istri Taufiqurahman dan Rita Agustin belum menjalani sidang vonis. Penjatuhan vonis dalam sidang vaksin palsu belum lama ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Kurnia Darmonk. Diantaranya, Muhamad Farid sebagai pemilik apotik di vonis delapan tahun kurungan penjara. Terdakwa Seno bin Senen yang berperan sebagai pembuat label vaksin palsu dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Kemudian terdakwa pasangan suami istri Syafrizal dan Iin Sulastri dinyatakan bersalah sebagai  pengedar dan terbukti ikut membuat vaksin palsu. Syafrijal dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, dan istrinya Iin Sulastri divonis 8 tahun penjara. Masing-masing didenda Rp1 miliar dengan subsider 1 bulan penjara. “Pertimbangan untuk Iin, kondisinya yang habis melahirkan, maka hukumannya sedikit lebih ribgan dari suaminya Syafrizal,” paparnya. Di sidang lainnya pada Senin (13/3/2017), Ketua Majelis Hakim Marper Pandiangan menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa pengedar vaksin palsu Irnawati. Terdakwa dinyatakan bersalah karena ikut mengedarkan serta menjual vaksin palsu. Karena itu, majelis hakim menghukum terdakwa dengan 7 tahun penjara dan denda Rp1 miliar serta subsider 1 bulan penjara. “Terdakwa lainnya dijadwalkan akan divonis pada Senin (20/3/2017),” tandas Suwarsa. (put)  


comments