Keluarga Korban Vaksin Palsu Resmi Daftarkan Gugatan

06 Oktober 2016 
241

BEKASI - Keluarga korban vaksin palsu resmi mendaftarkan gugatanya ke Pengadilan Negeri Bekasi, Rabu (5/10/2016). Layangan gugatan itu ditujukan ke delapan pihak, dengan tuntutan imateri sebesar Rp 50 miliar “Termasuk meminta ganti rugi materi sebesar Rp 50 juta. Dan sekarang sudah resmi kami daftarkan gugatan perdata kasus penggunaan vaksin palsu yang terjadi di RS St Elisabeth Bekasi kepada Pengadilan Negeri Bekasi dengan tergugat sebanyak delapan pihak,” kata kuasa hukum keluarga pasien, Hudson Markiano Hutapea di Bekasi. Usai mendaftarkan gugatan itu, 12 keluarga pasien mendapat nomor gugatan hukum perdata No 527/pdf.6.2016.PN-BKS dengan menggugat sejumlah pihak terkait peredaran vaksin palsu. Di antara tergugat itu adalah Yayasan RS St Elisabeth, CV Azka Medical selaku distributor vaksin palsu, Dokter Antonius Yudianto selaku Direktur Utama RS St Elisabeth, Dokter St Elisabeth Bekasi Fianna Heronique, Dokter St Elisabeth Bekasi Abdul Haris Thayeb, Kementerian Kesehatan, Kepala Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Hudson menambahkan, tuntutan gugatan imateri sebesar Rp 50 miliar itu diajukan setelah mempertimbangkan kompensasi asuransi kesehatan selama pasien hidup. Dan kerugian materi sebesar Rp50 juta yang dihitung berdasarkan biaya pelayanan vaksinasi yang ditanggung orang tua. ”Dan kami sudah cek laboratorium bahwa ke-12 anak yang kita advokasi ini tidak memiliki kekebalan tubuh akibat vaksin pendiacel yang disuntikan pihak RS St Elisabeth Bekasi ternyata itu palsu. Otomatis harus ada kompensasi asuransi selama anak itu hidup dari efek samping vaksin palsu yang sewaktu-waktu muncul,” tutupnya. (ip)  


comments