Kader Golkar Diminta Jangan Pilih Pemimpin Berdasarkan Isi Dompet

11 Mei 2016 
1910

JAKARTA - Politik uang dalam Munaslub Partai Golkar akan merendahkan martabat kader dan menjatuhkan marwah partai. Politik uang hanya menggadaikan partai, sehingga terikat untuk terus membayar hutang budi pada pemodal. Atas dasar itulah, calon Ketua Umum Partai Golkar, Mahyudin mengingatkan sudah saatnya para kader partai berpikir jernih dan menilai kelayakan seseorang bukan berdasarkan isi dompet atau uang tapi mengacu pada kecerdasan calon pemimpin partai ke depan. "Akhirnya partai menjadi kartel. Terus-menerus diperah untuk memenuhi keinginan pemodal," ujar Mahyudin dalam akun @Mahyudin_MM , Rabu (11/52016). Wakil Ketua MPR ini juga menyampaikan rasa keprihatinnya atas temuan Komite Etik Steering Committee (SC) Munaslub Partai Golkar adanya pertemuan diam-diam salah satu calon dengan pejabat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai. Padahal, aturan Komite Etik SC Munaslub melarang pertemuan langsung calon dengan pemilik suara di luar jadwal yang ditentukan penyelenggara Munaslub. "Semakin prihatin dengan adanya isu pengumpulan beberapa pimpinan DPD I sebagai pengkondisian pra-munaslub," ucapnya. Dia mengingatkan, transaksi untuk membeli suara dengan iming-iming sejumlah uang  termasuk melanggar kode etik. Apalagi, kata dia, sejak resmi sebagai calon ketua umum ditegaskan dilarang bertemu pemilik suara. "Sampai kapanpun saya akan melawan yang namanya politik uang semata demi menjaga martabat partai yang saya cintai ini," tegasnya.(SINDOnews)


comments